HOTLINE : 0812 88 99 88 72
Email us : lampusurya@yahoo.com

Lampu Taman Tenaga Surya

PKOMPAS.com – Jerman kembali membuktikan keunggulannya. Setidaknya, dalam hal produksi energi terbarukan. Berdasarkan laporan terbaru Fraunhofer Institute, pada paruh pertama 2014 ini Jerman sudah berhasil memproduksi energi terbarukan sebanyak 81 TWh atau sekitar 31 persen dari kebutuhan listrik nasional. Produksi listrik dari tenaga matahari negara itu meningkat sekitar 28 persen, sementara energi angin mengingkat 19 persen, dan energi biomassa meningkat 7 persen dari produksi tahun lalu. Sementara itu, laporan yang sama juga menyebutkan bahwa selain tenaga nuklir, produksi sumber listrik konvensional lainnya mengalami penurunan.

Menanggapi hal ini, ahli industri energi terbarukan pada badan perdagangan luar negeri dan badan promosi investasi Jerman, Germany Trade & Invest, Max Hildebrandt, mengungkapkan bahwa hal tersebut merupakan bukti kesuksesan Jerman. “Catatan berulang untuk energi terbarukan di Jerman menunjukkan keberhasilan yang luar biasa dari undang-undang EEG Jerman,” ujar Hildebrandt. Namun, seperti dikutip dalam Inhabitat, pencapaian Jerman itu masih dibayang-bayangi oleh tingginya penggunaan batubara. Pada semester pertama 2014 ini, batu bara muda sudah memproduksi 69,7 TWh, batubata keras memproduksi 50,9 TWh, dan energi nuklir sudah memperoduksi 45,0 TWh.

Memang, upaya menekan angka itu sudah cukup terlihat. Eropa dan seluruh dunia diharapkan bisa mengikuti jejak Jerman, tak terkecuali Indonesia.

Indonesia, meski belum membukukan hasil luar biasa, sudah mulai berancang-ancang dalam memproduksi dan menggunakan listrik dari sumber daya terbarukan. Kementerian Pekerjaan Umum sudah menargetkan, pada 2025 mendatang konsumsi energi tidak terbarukan di Indonesia bisa ditekan jumlahnya.

Scroll to Top