HOTLINE : 0812 88 99 88 72
Email us : lampusurya@yahoo.com

Lampu Taman Tenaga Surya

MAGELANG, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Magelang, Jawa Tengah, mulai memanfaatkan tenaga surya dalam penggunaan lampu lalu lintas di sejumlah titik persimpangan jalan raya untuk mengantisipasi antrean panjang kendaraan. Kepala Dishubkominfo Kota Magelang, Suko Tri Cahyo, mengatakan selama ini lampu lalu lintas yang tersebar di Kota Sejuta Bunga itu masih menggunakan alat penanda isyarat lalu lintas (APILL) biasa.

“Alat tersebut (APILL) kebanyakan sudah berusia belasan tahun. Karena didatangkan pada tahun 1996 dan 2003,” kata Suko, Jumat (5/9/2014).

Menurut Suko, perbedaan antara lampu lalu lintas biasa dengan sistem tenaga surya ini hanya pada tenaga untuk menyalakan lampu itu sendiri. Pada posisi paling atas, ada semacam plat yang fungsinya menampung cahaya matahari untuk dikonversikan jadi tenaga listrik. Selain itu, di titik tersebut juga disertai dengan sistem sensor pendeteksi kendaraan. “Sistem ini dapat membaca kepadatan kendaraan yang terjadi. Kalau padat, lampu hijaunya yang lebih lama dan merahnya yang sebentar. Begitu juga sebaliknya,” jelasnya.

Kelebihan lainnya, selain menghemat listrik, traffic light tenaga surya juga tidak terpengaruh dengan pemadaman listrik oleh PLN. Sebab, pemakaian traffic light selama ini dinilai banyak menuai kendala dan kekacauan lalu lintas ketika listrik padam. Suko memaparkan, harga untuk satuan traffic light solar cell ini pun cukup bervariasi bergantung dari unit kebutuhan di tiap persimpangan, seperti tiang lampu, jumlah lampu, fase modul dan lainnya.

“Misalnya saja, jika di persimpangan membutuhkan empat lampu, maka harganya bisa mencapai Rp 350 juta,” kata Suko mencontohkan. Titik persimpangan yang kini sudah diganti dengan APILL solar cell itu meliputi, pertigaan Jalan Pahlawan-Piere Tendean, perempatan CPM Jalan A Yani-Veteran, Jalan Soekarno-Hatta, Canguk dan perempatan Kebonpolo, Jalan A Yani-Urip Sumoharjo.

Selain tenaga surya, pihaknya baru-baru ini juga telah memasang CCTV di tiga titik persimpangan. Menurut dia, segala upaya ini ditempuh selain untuk memberikan kenyamanan lebih kepada masyarakat, juga menjadi target agar Kota Magelang mampu meraih WTN pada tahun 2014.

Scroll to Top